Feeds:
Posts
Comments

Alhamdulillah…..

Akhirnya aku dan pipi resmi jadi suami istri yang sah…

Semoga Allah SWT memberikan berkah kepada kami menjadi keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah.

Amien…

Ketulusan

Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

Kerendahan Hati

Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.

Kesetiaan

Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

Positive Thinking

Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

Keceriaan

Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

Bertanggung jawab

Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

Percaya Diri

Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

Kebesaran Jiwa

Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

Easy Going

Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.

Empati

Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Artikel dikutip dari Kartu Pintar produksi Visi Victory Bandung

i feel so sad……

today is my birthday…

but i’m not so happy, because this is my first birthday wthout my mom.

i want to make a wish…

God Please bLess my beloved mom…

love her so much


Dalam mencari pekerjaan, dibutuhkan strategi yang tepat, agar tidak menganggur terlalu lama. Berikut adalah strategi yang bisa Anda lakukan saat mencari pekerjaan:

Tinggalkan zona nyaman Anda. Jangan hanya mencari pekerjaan di industri yang sudah Anda kenal baik saja. Ketika mengetik resume dan cv, cantumkan pula kualifikasi yang Anda miliki yang cukup berharga dan bisa digunakan dalam pekerjaan lain, seperti kepemimpinan dan komunikasi. Jangan lupa untuk memberikan contoh kemampuan Anda tersebut saat dipanggil wawancara nanti. Sehingga ketika ada lebih dari 1 posisi yang terbuka di perusahaan tersebut, mereka akan bisa mencoba mengalihkan Anda ke posisi yang berbeda dan mereka tiliki mampu Anda emban.

Minimalisir celah sejarah pekerjaan. Perusahaan yang membutuhkan karyawan akan mencari calon pekerja yang tetap menjaga profesionalitasnya, dan tetap mengasah kemampuannya selama periode kosong. Jika Anda berhenti bekerja akibat satu dan lain hal, misal, kantor Anda mengalami kebangkrutan, dan Anda belum bisa mencari pekerjaan lain, coba isi jeda waktu sebelum mendapatkan pekerjaan baru dengan kegiatan berguna. Contoh; pekerjaan lepasan (freelancing), magang, atau menjadi tenaga sukarela agar tetap aktif secara profesional. Pertimbangkan pula untuk mengambil kelas atau pendidikan untuk menambah pengetahuan Anda di area yang lain.

Fleksibel. Ketika persaingan makin ketat dalam dunia pencarian kerja, amat penting jika Anda mampu terus terbuka dengan kemungkinan apa pun. Jangan terpatok pada jabatan, gaji, atau fasilitas yang Anda dapatkan dulu. Ketika Anda sudah bisa membuktikan kualitas dan kemampuan Anda kepada perusahaan, barulah kemudian pertimbangkan negosiasi ulang untuk hal-hal yang Anda rasa layak Anda dapatkan.

Atur ulang jejak-jejak digital Anda. Hasil foto yang Anda posting di halaman pribadi bisa saja akan terlihat oleh calon atasan Anda. Bukan hal mustahil jika pihak perusahaan tempat Anda melamar akan mencari tahu latar belakang Anda lewat search engine. Hanya butuh waktu beberapa detik saja, mereka akan bisa melihat masa lalu, aktivitas, dan hal-hal pribadi Anda lainnya. Karena itu, usahakan agar laman-laman situs, blog, atau apa pun di internet yang berkaitan dengan Anda tertata rapi dan tidak membahayakan reputasi Anda.

Mencari pekerjaan sebelum diiklankan. Saat membeli surat kabar untuk mencari lowongan, jangan lupa untuk membaca isi lainnya juga. Caritahu perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang untuk memprediksi kemungkinan mereka sedang butuh karyawan. Kirimkan lamaran sebelum mereka memasang iklan lowongan. Perusahaan-perusahaan ini akan butuh karyawan baru juga pada akhirnya.

Perlebar pencarian. Biasanya, pada kolom lowongan, akan ada pembagian sesuai bidang atau industri. Untuk memperluas kesempatan Anda, cobalah untuk melirik ke kolom-kolom yang lainnya. Siapa tahu ada lowongan yang sebenarnya menarik untuk Anda coba.

Jejaring. Katakan kepada semua orang yang Anda tahu bahwa Anda sedang mencari pekerjaan. Termasuk kepada teman-teman di situs jejaring. Berikan informasi secukupnya, misal; alasan, dan kualifikasi Anda. Namun, ketika Anda melakukan hal ini, pastikan Anda tidak mengganggu teman-teman Anda atau membombardir mereka yang berusaha menolong dengan pertanyaan-pertanyaan.

Customize. Mengirimkan resume dan surat lamaran generik tak akan bisa mengambil perhatian calon pemberi kerja potensial. Siapkan satu resume dan curriculum vitae untuk masing-masing tempat yang Anda ingin kirimkan lamaran. Cantumkan kelebihan dan kemampuan Anda sesuai bidang deskripsi pekerjaan yang dituju. Perusahaan ingin melihat kecocokan Anda dengan pekerjaan yang lowong tersebut.

Tingkatkan pemasaran diri Anda. Cari tahu keahlian apa yang paling dibutuhkan di lapangan Anda dan ambil langkah –seperti mendaftarkan diri ke universitas terbuka, atau seminar akhir pekan, untuk memperkaya diri Anda akan bidang tersebut. Menghadiri acara-acara yang diadakan oleh perkumpulan profesi dan membaca publikasi yang relevan dengan bidang Anda juga akan membantu Anda memandang sesuatu dengan cara pandang berbeda.

Ikut perusahaan outsourcing. Perusahaan-perusahaan outsourcing atau staffing memiliki akses ke lowongan-lowongan tertentu yang tak diiklankan. Selain itu, mereka pun bisa menggandakan kemungkinan Anda mendapatkan pekerjaan. Mereka juga bisa memberikan Anda masukan berarti untuk resume, surat lamaran, dan kemampuan menghadapi wawancara, membantu Anda meningkatkan teknik pencarian pekerjaan Anda, sekaligus menambah kemungkinan mendapatkan pekerjaan.

Sumber Kompas.com

Wawancara kerja saat ini merupakan salah satu cara yang sangat populer sebagai salah satu metode untuk menyeleksi karyawan. Bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah wawancara kerja seringkali merupakan metode yang paling diandalkan, mengingat biaya yang dikeluarkan relatif murah dan “user” (baca: atasan) dapat langsung bertatap muka dengan si pelamar. Bahkan pada jabatan tertentu wawancara kerja bisa dilakukan berkali-kali, sebelum calon karyawan diputuskan untuk diterima bekerja. Sementara bagi para pencari kerja, wawancara kerja mungkin sudah dianggap sebagai “menu sehari-hari” yang harus dilalui sebelum resmi diterima bekerja. Anehnya, meskipun sudah memahami betul bahwa wawancara merupakan suatu hal yang biasa dilalui dalam melamar pekerjaan, banyak sekali para pelamar yang tidak siap untuk menghadapi wawancara kerja. Tidak jarang mereka merasa langsung gugup bahkan patah semangat ketika dipanggil untuk wawancara, karena sudah seringkali gagal. Forum konseling dalam website ini banyak dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut bagaimana cara menghadapi wawancara kerja. Para penanya tersebut banyak yang menceritakan bahwa mereka telah berkali-kali gagal “melewati” wawancara kerja meskipun diakui bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh “recruiter” (petugas rekrutmen & seleksi) relatif sama antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain tempat mereka melamar pekerjaan. Ada juga penanya yang mengatakan bahwa ia berkali-kali selalu lolos dari semua metode seleksi yang lain (test tertulis, psiko test, dan  test ketrampilan) tetapi tetap gagal ketika wawancara.

Permasalahan diatas menggelitik saya untuk mencari tahu lebih jauh apa sebenarnya wawancara kerja. Mengapa  wawancara kerja ini penting dilakukan dan mengapa banyak pelamar yang gagal dalam menjalani wawancara kerja tersebut. Lalu kemudian apa saja yang harus dilakukan oleh para pelamar untuk menyiasati wawancara kerja supaya berhasil.

Tujuan Wawancara Kerja
Wawancara kerja (job interview) saat ini merupakan salah satu aspek penting dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Meskipun validitas wawancara dianggap lebih rendah jika dibandingkan dengan metode seleksi yang lain seperti psiko test, namun wawancara memiliki berbagai kelebihan yang memudahkan petugas seleksi dalam menggunakannya.

Apapun penilaian pelamar (calon karyawan), wawancara kerja sebenarnya memberikan suatu kesempatan atau peluang bagi pelamar untuk mengubah lowongan kerja menjadi penawaran kerja. Mengingat bahwa wawancara kerja tersebut merupakan suatu proses pencarian pekerjaan yang memungkinkan pelamar untuk memperoleh akses langsung ke perusahaan (pemberi kerja), maka “performance” wawancara kerja merupakan suatu hal yang sangat krusial dalam menentukan apakah pelamar akan diterima atau ditolak.

Bagi si pelamar, wawancara kerja memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan secara langsung pengalaman, pengetahuan, ketrampilan, dan berbagai faktor lainnya yang berguna untuk meyakinkan perusahaan bahwa dia layak (qualified) untuk melakukan pekerjaan (memegang jabatan) yang ditawarkan. Selain itu wawancara kerja juga memungkinkan pelamar untuk menunjukkan kemampuan interpersonal, professional, dan  gaya hidup atau kepribadian pelamar. Jika di dalam CV (Curriculum Vitae) pelamar hanya bisa mengklaim bahwa dirinya memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik, maka dalam wawancara dia diberi kesempatan untuk membuktikannya.

Bagi perusahaan, wawancara kerja merupakan salah satu cara untuk menemukan kecocokan antara  karakteristik pelamar dengan dengan persyaratan jabatan yang harus dimiliki pelamar tersebut untuk memegang jabatan / pekerjaan yang ditawarkan. Secara umum tujuan dari wawancara kerja adalah:
•    Untuk mengetahui kepribadian pelamar
•    Mencari informasi relevan yang dituntut dalam persyaratan jabatan
•    Mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan bagi jabatan dan perusahaan
•    Membantu perusahaan untuk mengidentifikasi pelamar-pelamar yang layak untuk diberikan penawaran kerja.

Teknik Wawancara Kerja
Dua teknik wawancara yang biasa dipergunakan perusahaan dalam melakukan wawancara kerja adalah wawancara kerja tradisional dan wawancara kerja behavioral. Dalam prakteknya perusahaan seringkali mengkombinasikan kedua teknik ini untuk memperoleh data yang lebih akurat.

1.    Wawancara kerja tradisional menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka seperti “mengapa anda ingin bekerja di perusahaan ini”, dan “apa kelebihan dan kekurangan anda”. Kesuksesan atau kegagalan dalam wawancara tradisional akan sangat tergantung pada kemampuan si pelamar dalam berkomunikasi menjawab pertanyaan-pertanyaan, daripada kebenaran atau isi dari jawaban yang diberikan. Selain itu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan lebih banyak bersifat mengklarifikasikan apa yang ditulis dalam surat lamaran dan CV pelamar. Dalam wawancara kerja tradisional, recruiter biasanya ingin menemukan jawaban atas 3 (tiga) pertanyaan: apakah si pelamar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan, apakah si pelamar memiliki antusias dan etika kerja yang sesuai dengan harapan recruiter, dan apakah si pelamar akan bisa bekerja dalam team dan memiliki kepribadian yang sesuai dengan budaya perusahaan.

2.    Wawancara kerja behavioral didasarkan pada teori bahwa “performance” (kinerja) di masa lalu merupakan indikator terbaik untuk meramalkan perilaku pelamar di masa mendatang (baca: ketika bekerja). Wawancara kerja dengan teknik ini sangat sering digunakan untuk merekrut karyawan pada level managerial atau oleh perusahaan yang dalam operasionalnya sangat mengutamakan masalah-masalah kepribadian. Wawancara kerja behavioral dimaksudkan untuk mengetahui respon pelamar terhadap suatu kondisi atau situasi tertentu sehingga pewawancara dapat melihat bagaimana pelamar memandang suatu tantangan/permasalahan dan menemukan solusinya. Pertanyaan-pertanyaan yang biasanya diajukan antara lain: “coba anda ceritakan pengalaman anda ketika gagal mencapai target yang ditetapkan”, dan “berikan beberapa contoh tentang hal-hal apa yang anda lakukan ketika anda dipercaya menangani beberapa proyek sekaligus”. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut si pelamar perlu mempersiapkan diri untuk mengingat kembali situasi, tindakan dan hasil yang terjadi pada saat yang lalu. Selain itu, sangat penting bagi pelamar untuk memancing pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut dari pewawancara agar dapat menjelaskan secara rinci gambaran situasi yang dihadapinya. Untuk itu diperlukan ketrampilan berkomunikasi yang baik dari si pelamar. Keberhasilan atau kegagalan dalam wawancara ini sangat tergantung pada kemampuan pelamar dalam menggambarkan situasi yang berhubungan dengan pertanyaan pewawancara secara rinci dan terfokus. Dalam wawancara kerja behavioral, si pelamar harus dapat menyusun jawaban yang mencakup 4 (empat) hal:  (1) menggambarkan situasi yang terjadi saat itu, (2) menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil untuk merespon situasi yang terjadi, (3) menceritakan hasil yang dicapai, dan (4) apa hikmah yang dipetik dari kejadian tersebut (apa yang dipelajari). Dalam wawancara behavioral ini teknik yang paling sering dipergunakan adalah yang disebut S-T-A-R atau S-A-R atau P-A-R. (CariKarir.com )

Anda pasti pernah menghadiri beberapa wawancara pekerjaan. Selama itu pula, Anda mungkin pernah menerima pertanyaan-pertanyaan yang serupa, yang rasanya Anda pun bisa menjawabnya dengan cepat seperti hafalan. Namun, apakah Anda sudah memberikan respons terbaik yang bisa Anda berikan?

Tanpa kita sadari, pertanyaan-pertanyaan kecil dan terlihat sederhana justru memiliki lapisan rahasia yang mengandung makna tersendiri. Apakah yang sesungguhnya yang ingin digali oleh si penanya? Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara pekerjaan. Perkaya diri dengan informasi berikut agar Anda bisa mengerti apa yang dicari oleh si penanya.

1. Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami?
Demi mendapatkan pekerjaan, tak jarang orang melemparkan saja lamarannya pada posisi yang lowong, padahal mereka tak mengerti benar arti dan tanggung jawab tugas yang harus diemban posisi tersebut. Nah, saat wawancara pekerjaan inilah sang penanya ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan Anda tentang posisi itu, tentunya dengan harapan, Anda tahu lebih banyak dari sekadar pengetahuan dasarnya saja.

Arti sesungguhnya: “Seberapa banyak yang Anda ketahui tentang perusahaan ini, dan mengapa Anda ingin bekerja bersama kami ketimbang kompetitor kami?” Ketika menjawab pertanyaan seperti ini, sebutkan sesuatu yang spesifik. Anda mungkin perlu menyebutkan beberapa prestasi yang sudah dicapai oleh perusahaan tersebut. Misal, bahwa Anda merasa sangat tertarik dengan program riset terbaru kreasi perusahaan tersebut. Atau, bahwa Anda terkesan dengan program tanggung jawab sosial perusahaan. Respons mendetail atau spesifik membuat si penanya mengetahui bahwa Anda tertarik untuk bekerja bersama dengan perusahaan tersebut, tak hanya mengincar gajinya saja. Pada saat bersamaan, menunjukkan bahwa Anda sudah melakukan riset, sekaligus membuat si penanya mengetahui bahwa Anda sudah mempersiapkan diri dan serius ingin bergabung dengan perusahaan tersebut.

2. Apa kelebihan Anda?
Jawaban umum seperti, “Saya baik saat bekerja dengan tim,” atau “Saya disiplin dalam bekerja” memang seperti jawaban yang tepat untuk disampaikan kepada kepala personalia yang bertanya. Namun sayangnya, jawaban seperti ini sudah terlalu sering didengar oleh kepala personalia. Sebaiknya Anda mengatakan sesuatu yang berbeda dan membuat Anda memiliki nilai lebih di mata si penanya.

Arti sesungguhnya: “Seberapa besar kelebihan yang sudah Anda gunakan untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan?” Saat menanyakan pertanyaan ini, si penanya ingin mengetahui bakat atau nilai lebih apa yang bisa Anda tawarkan kepada perusahaan. Maka, saat pertanyaan ini ditanyakan, jangan lupa untuk menjelaskan nilai lebih Anda. Jelaskan bagaimana kelebihan Anda bisa memenuhi kebutuhan spesifik perusahaan. Dalam ekonomi seperti sekarang ini, banyak perusahaan yang sedang berusaha menurunkan biaya pengeluaran. Pengalaman Anda bernegosiasi dengan para vendor dan mendapatkan harga termurah, misalnya, bisa meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda incar.

3. Apa kekurangan Anda?
Kebanyakan orang berusaha mendaftar kekurangan yang sebenarnya bisa dilihat sebagai kekuatan. Misal, “Saya terlalu perfeksionis” atau “Saya tak bisa mengatakan ‘tidak’ ketika seseorang minta bantuan.” Jawaban-jawaban seperti ini bisa membuat si pewawancara menduga bahwa Anda sedang menyembunyikan sesuatu.

Arti sesungguhnya: “Seberapa besar Anda jujur dan mengenali diri Anda sendiri?” dan “Seberapa suksesnya Anda menghadapi tantangan dalam berkarier atau kesulitan dalam bekerja?” Setiap orang memiliki kekurangan, namun tak semua orang berani mengakuinya. Pewawancara kerja mencari orang-orang yang bisa mengenali kekurangan dirinya sendiri dan berani maju untuk mengatasinya. Misal, jika Anda memiliki masalah untuk bicara di depan publik, katakan bahwa jika memang itu adalah kekurangan Anda. Lalu lanjutkan prestasi pribadi Anda sendiri yang ternyata bisa mengatasi kekurangan tersebut. Misal, dengan mengatakan bahwa Anda mencoba memberanikan diri untuk bicara di depan tim eksekutif untuk mempresentasikan proposal proyek Anda di kantor lama. Katakan, bahwa meski menakutkan, namun situasi tersebut memaksa Anda untuk mengkonfrontasi kelemahan Anda dan mengambil langkah-langkah, meskipun kecil.

4. Lebih senang bekerja sendiri atau dalam tim?
Pertanyaan ini termasuk pertanyaan yang menjebak. Karena jarang seseorang harus bekerja sendirian atau selalu dalam kelompok.

Arti sesungguhnya: “Bisakah Anda bekerja dengan pengawasan minimal?” dan “Bisakah Anda menjelaskan ketika Anda bekerja dengan kolega atau grup untuk menyelesaikan tantangan pekerjaan?” Para manager mencari individu-individu yang bisa mengambil kesempatan dan berinisiatif. Tak semua atasan bisa mengawasi semua bawahannya dan membimbingnya untuk menyelesaikan tugas selangkah demi selangkah. Jadi tunjukkanlah bahwa Anda bisa bekerja secara otomatis dan cerdik.

Pada saat bersamaan, Anda harus bisa bekerja dengan beragam tipe individual dengan tingkatan yang berbeda, departemen, kantor, bahkan perusahaan. Maka si personalia yang bertanya kepada Anda ingin tahu sebaik apa Anda bisa berkolaborasi dengan orang lain.  Jangan lupa untuk menyampaikan jika Anda pernah memimpin proyek tim yang berhasil.

Dengan mengetahui apa respons yang dicari oleh para pewawancara lewat pertanyaan-pertanyaan simpel, kesempatan Anda untuk bisa menjawab dan memberi impresi baik di hadapan si pewawancara lebih baik. Lagi pula, si pewawancara mungkin terbiasa untuk mendengar respons yang sama berulang-ulang. Dengan memberikan jawaban yang berbeda dari kebanyakan orang, Anda pun akan memiliki peluang lebih baik.

Sumber KOMPAS.com

SePeDa TemPoe DoeLoe

Saat ini bersepeda dengan sepeda antik-kuno sudah menjadi tren. Selain untuk berolahraga dan hobi, bersepeda juga tidak menimbulkan polusi udara seperti transportasi kendaraan bermotor lainnya, jadi bisa menyehatkan dan mengurangi global warming.

Nah bagi para penyuka sepeda antik-kuno, kini ditawarkan sepeda antik-kuno berbagai jenis dengan harga terjangkau, seperti Gasolle, Simplex (laki-laki), Simplex (perempuan), Begres, dll.


Jika anda tertarik dan berminat ataupun ingin sepeda antik dengan model yang lain

So, tunggu apa lagi

Tinggal pesan ke:

Bp. Saprudin

HP: 087832532544

Rumah: 0296423109

Email: tje_pooh@yahoo.co.id