Feeds:
Posts
Comments

i feel so sad……

today is my birthday…

but i’m not so happy, because this is my first birthday wthout my mom.

i want to make a wish…

God Please bLess my beloved mom…

love her so much


Dalam mencari pekerjaan, dibutuhkan strategi yang tepat, agar tidak menganggur terlalu lama. Berikut adalah strategi yang bisa Anda lakukan saat mencari pekerjaan:

Tinggalkan zona nyaman Anda. Jangan hanya mencari pekerjaan di industri yang sudah Anda kenal baik saja. Ketika mengetik resume dan cv, cantumkan pula kualifikasi yang Anda miliki yang cukup berharga dan bisa digunakan dalam pekerjaan lain, seperti kepemimpinan dan komunikasi. Jangan lupa untuk memberikan contoh kemampuan Anda tersebut saat dipanggil wawancara nanti. Sehingga ketika ada lebih dari 1 posisi yang terbuka di perusahaan tersebut, mereka akan bisa mencoba mengalihkan Anda ke posisi yang berbeda dan mereka tiliki mampu Anda emban.

Minimalisir celah sejarah pekerjaan. Perusahaan yang membutuhkan karyawan akan mencari calon pekerja yang tetap menjaga profesionalitasnya, dan tetap mengasah kemampuannya selama periode kosong. Jika Anda berhenti bekerja akibat satu dan lain hal, misal, kantor Anda mengalami kebangkrutan, dan Anda belum bisa mencari pekerjaan lain, coba isi jeda waktu sebelum mendapatkan pekerjaan baru dengan kegiatan berguna. Contoh; pekerjaan lepasan (freelancing), magang, atau menjadi tenaga sukarela agar tetap aktif secara profesional. Pertimbangkan pula untuk mengambil kelas atau pendidikan untuk menambah pengetahuan Anda di area yang lain.

Fleksibel. Ketika persaingan makin ketat dalam dunia pencarian kerja, amat penting jika Anda mampu terus terbuka dengan kemungkinan apa pun. Jangan terpatok pada jabatan, gaji, atau fasilitas yang Anda dapatkan dulu. Ketika Anda sudah bisa membuktikan kualitas dan kemampuan Anda kepada perusahaan, barulah kemudian pertimbangkan negosiasi ulang untuk hal-hal yang Anda rasa layak Anda dapatkan.

Atur ulang jejak-jejak digital Anda. Hasil foto yang Anda posting di halaman pribadi bisa saja akan terlihat oleh calon atasan Anda. Bukan hal mustahil jika pihak perusahaan tempat Anda melamar akan mencari tahu latar belakang Anda lewat search engine. Hanya butuh waktu beberapa detik saja, mereka akan bisa melihat masa lalu, aktivitas, dan hal-hal pribadi Anda lainnya. Karena itu, usahakan agar laman-laman situs, blog, atau apa pun di internet yang berkaitan dengan Anda tertata rapi dan tidak membahayakan reputasi Anda.

Mencari pekerjaan sebelum diiklankan. Saat membeli surat kabar untuk mencari lowongan, jangan lupa untuk membaca isi lainnya juga. Caritahu perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang untuk memprediksi kemungkinan mereka sedang butuh karyawan. Kirimkan lamaran sebelum mereka memasang iklan lowongan. Perusahaan-perusahaan ini akan butuh karyawan baru juga pada akhirnya.

Perlebar pencarian. Biasanya, pada kolom lowongan, akan ada pembagian sesuai bidang atau industri. Untuk memperluas kesempatan Anda, cobalah untuk melirik ke kolom-kolom yang lainnya. Siapa tahu ada lowongan yang sebenarnya menarik untuk Anda coba.

Jejaring. Katakan kepada semua orang yang Anda tahu bahwa Anda sedang mencari pekerjaan. Termasuk kepada teman-teman di situs jejaring. Berikan informasi secukupnya, misal; alasan, dan kualifikasi Anda. Namun, ketika Anda melakukan hal ini, pastikan Anda tidak mengganggu teman-teman Anda atau membombardir mereka yang berusaha menolong dengan pertanyaan-pertanyaan.

Customize. Mengirimkan resume dan surat lamaran generik tak akan bisa mengambil perhatian calon pemberi kerja potensial. Siapkan satu resume dan curriculum vitae untuk masing-masing tempat yang Anda ingin kirimkan lamaran. Cantumkan kelebihan dan kemampuan Anda sesuai bidang deskripsi pekerjaan yang dituju. Perusahaan ingin melihat kecocokan Anda dengan pekerjaan yang lowong tersebut.

Tingkatkan pemasaran diri Anda. Cari tahu keahlian apa yang paling dibutuhkan di lapangan Anda dan ambil langkah –seperti mendaftarkan diri ke universitas terbuka, atau seminar akhir pekan, untuk memperkaya diri Anda akan bidang tersebut. Menghadiri acara-acara yang diadakan oleh perkumpulan profesi dan membaca publikasi yang relevan dengan bidang Anda juga akan membantu Anda memandang sesuatu dengan cara pandang berbeda.

Ikut perusahaan outsourcing. Perusahaan-perusahaan outsourcing atau staffing memiliki akses ke lowongan-lowongan tertentu yang tak diiklankan. Selain itu, mereka pun bisa menggandakan kemungkinan Anda mendapatkan pekerjaan. Mereka juga bisa memberikan Anda masukan berarti untuk resume, surat lamaran, dan kemampuan menghadapi wawancara, membantu Anda meningkatkan teknik pencarian pekerjaan Anda, sekaligus menambah kemungkinan mendapatkan pekerjaan.

Sumber Kompas.com

Wawancara kerja saat ini merupakan salah satu cara yang sangat populer sebagai salah satu metode untuk menyeleksi karyawan. Bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah wawancara kerja seringkali merupakan metode yang paling diandalkan, mengingat biaya yang dikeluarkan relatif murah dan “user” (baca: atasan) dapat langsung bertatap muka dengan si pelamar. Bahkan pada jabatan tertentu wawancara kerja bisa dilakukan berkali-kali, sebelum calon karyawan diputuskan untuk diterima bekerja. Sementara bagi para pencari kerja, wawancara kerja mungkin sudah dianggap sebagai “menu sehari-hari” yang harus dilalui sebelum resmi diterima bekerja. Anehnya, meskipun sudah memahami betul bahwa wawancara merupakan suatu hal yang biasa dilalui dalam melamar pekerjaan, banyak sekali para pelamar yang tidak siap untuk menghadapi wawancara kerja. Tidak jarang mereka merasa langsung gugup bahkan patah semangat ketika dipanggil untuk wawancara, karena sudah seringkali gagal. Forum konseling dalam website ini banyak dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut bagaimana cara menghadapi wawancara kerja. Para penanya tersebut banyak yang menceritakan bahwa mereka telah berkali-kali gagal “melewati” wawancara kerja meskipun diakui bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh “recruiter” (petugas rekrutmen & seleksi) relatif sama antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain tempat mereka melamar pekerjaan. Ada juga penanya yang mengatakan bahwa ia berkali-kali selalu lolos dari semua metode seleksi yang lain (test tertulis, psiko test, dan  test ketrampilan) tetapi tetap gagal ketika wawancara.

Permasalahan diatas menggelitik saya untuk mencari tahu lebih jauh apa sebenarnya wawancara kerja. Mengapa  wawancara kerja ini penting dilakukan dan mengapa banyak pelamar yang gagal dalam menjalani wawancara kerja tersebut. Lalu kemudian apa saja yang harus dilakukan oleh para pelamar untuk menyiasati wawancara kerja supaya berhasil.

Tujuan Wawancara Kerja
Wawancara kerja (job interview) saat ini merupakan salah satu aspek penting dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Meskipun validitas wawancara dianggap lebih rendah jika dibandingkan dengan metode seleksi yang lain seperti psiko test, namun wawancara memiliki berbagai kelebihan yang memudahkan petugas seleksi dalam menggunakannya.

Apapun penilaian pelamar (calon karyawan), wawancara kerja sebenarnya memberikan suatu kesempatan atau peluang bagi pelamar untuk mengubah lowongan kerja menjadi penawaran kerja. Mengingat bahwa wawancara kerja tersebut merupakan suatu proses pencarian pekerjaan yang memungkinkan pelamar untuk memperoleh akses langsung ke perusahaan (pemberi kerja), maka “performance” wawancara kerja merupakan suatu hal yang sangat krusial dalam menentukan apakah pelamar akan diterima atau ditolak.

Bagi si pelamar, wawancara kerja memberikan kesempatan kepadanya untuk menjelaskan secara langsung pengalaman, pengetahuan, ketrampilan, dan berbagai faktor lainnya yang berguna untuk meyakinkan perusahaan bahwa dia layak (qualified) untuk melakukan pekerjaan (memegang jabatan) yang ditawarkan. Selain itu wawancara kerja juga memungkinkan pelamar untuk menunjukkan kemampuan interpersonal, professional, dan  gaya hidup atau kepribadian pelamar. Jika di dalam CV (Curriculum Vitae) pelamar hanya bisa mengklaim bahwa dirinya memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik, maka dalam wawancara dia diberi kesempatan untuk membuktikannya.

Bagi perusahaan, wawancara kerja merupakan salah satu cara untuk menemukan kecocokan antara  karakteristik pelamar dengan dengan persyaratan jabatan yang harus dimiliki pelamar tersebut untuk memegang jabatan / pekerjaan yang ditawarkan. Secara umum tujuan dari wawancara kerja adalah:
•    Untuk mengetahui kepribadian pelamar
•    Mencari informasi relevan yang dituntut dalam persyaratan jabatan
•    Mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan bagi jabatan dan perusahaan
•    Membantu perusahaan untuk mengidentifikasi pelamar-pelamar yang layak untuk diberikan penawaran kerja.

Teknik Wawancara Kerja
Dua teknik wawancara yang biasa dipergunakan perusahaan dalam melakukan wawancara kerja adalah wawancara kerja tradisional dan wawancara kerja behavioral. Dalam prakteknya perusahaan seringkali mengkombinasikan kedua teknik ini untuk memperoleh data yang lebih akurat.

1.    Wawancara kerja tradisional menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka seperti “mengapa anda ingin bekerja di perusahaan ini”, dan “apa kelebihan dan kekurangan anda”. Kesuksesan atau kegagalan dalam wawancara tradisional akan sangat tergantung pada kemampuan si pelamar dalam berkomunikasi menjawab pertanyaan-pertanyaan, daripada kebenaran atau isi dari jawaban yang diberikan. Selain itu pertanyaan-pertanyaan yang diajukan lebih banyak bersifat mengklarifikasikan apa yang ditulis dalam surat lamaran dan CV pelamar. Dalam wawancara kerja tradisional, recruiter biasanya ingin menemukan jawaban atas 3 (tiga) pertanyaan: apakah si pelamar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan, apakah si pelamar memiliki antusias dan etika kerja yang sesuai dengan harapan recruiter, dan apakah si pelamar akan bisa bekerja dalam team dan memiliki kepribadian yang sesuai dengan budaya perusahaan.

2.    Wawancara kerja behavioral didasarkan pada teori bahwa “performance” (kinerja) di masa lalu merupakan indikator terbaik untuk meramalkan perilaku pelamar di masa mendatang (baca: ketika bekerja). Wawancara kerja dengan teknik ini sangat sering digunakan untuk merekrut karyawan pada level managerial atau oleh perusahaan yang dalam operasionalnya sangat mengutamakan masalah-masalah kepribadian. Wawancara kerja behavioral dimaksudkan untuk mengetahui respon pelamar terhadap suatu kondisi atau situasi tertentu sehingga pewawancara dapat melihat bagaimana pelamar memandang suatu tantangan/permasalahan dan menemukan solusinya. Pertanyaan-pertanyaan yang biasanya diajukan antara lain: “coba anda ceritakan pengalaman anda ketika gagal mencapai target yang ditetapkan”, dan “berikan beberapa contoh tentang hal-hal apa yang anda lakukan ketika anda dipercaya menangani beberapa proyek sekaligus”. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut si pelamar perlu mempersiapkan diri untuk mengingat kembali situasi, tindakan dan hasil yang terjadi pada saat yang lalu. Selain itu, sangat penting bagi pelamar untuk memancing pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut dari pewawancara agar dapat menjelaskan secara rinci gambaran situasi yang dihadapinya. Untuk itu diperlukan ketrampilan berkomunikasi yang baik dari si pelamar. Keberhasilan atau kegagalan dalam wawancara ini sangat tergantung pada kemampuan pelamar dalam menggambarkan situasi yang berhubungan dengan pertanyaan pewawancara secara rinci dan terfokus. Dalam wawancara kerja behavioral, si pelamar harus dapat menyusun jawaban yang mencakup 4 (empat) hal:  (1) menggambarkan situasi yang terjadi saat itu, (2) menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil untuk merespon situasi yang terjadi, (3) menceritakan hasil yang dicapai, dan (4) apa hikmah yang dipetik dari kejadian tersebut (apa yang dipelajari). Dalam wawancara behavioral ini teknik yang paling sering dipergunakan adalah yang disebut S-T-A-R atau S-A-R atau P-A-R. (CariKarir.com )

Anda pasti pernah menghadiri beberapa wawancara pekerjaan. Selama itu pula, Anda mungkin pernah menerima pertanyaan-pertanyaan yang serupa, yang rasanya Anda pun bisa menjawabnya dengan cepat seperti hafalan. Namun, apakah Anda sudah memberikan respons terbaik yang bisa Anda berikan?

Tanpa kita sadari, pertanyaan-pertanyaan kecil dan terlihat sederhana justru memiliki lapisan rahasia yang mengandung makna tersendiri. Apakah yang sesungguhnya yang ingin digali oleh si penanya? Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara pekerjaan. Perkaya diri dengan informasi berikut agar Anda bisa mengerti apa yang dicari oleh si penanya.

1. Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami?
Demi mendapatkan pekerjaan, tak jarang orang melemparkan saja lamarannya pada posisi yang lowong, padahal mereka tak mengerti benar arti dan tanggung jawab tugas yang harus diemban posisi tersebut. Nah, saat wawancara pekerjaan inilah sang penanya ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan Anda tentang posisi itu, tentunya dengan harapan, Anda tahu lebih banyak dari sekadar pengetahuan dasarnya saja.

Arti sesungguhnya: “Seberapa banyak yang Anda ketahui tentang perusahaan ini, dan mengapa Anda ingin bekerja bersama kami ketimbang kompetitor kami?” Ketika menjawab pertanyaan seperti ini, sebutkan sesuatu yang spesifik. Anda mungkin perlu menyebutkan beberapa prestasi yang sudah dicapai oleh perusahaan tersebut. Misal, bahwa Anda merasa sangat tertarik dengan program riset terbaru kreasi perusahaan tersebut. Atau, bahwa Anda terkesan dengan program tanggung jawab sosial perusahaan. Respons mendetail atau spesifik membuat si penanya mengetahui bahwa Anda tertarik untuk bekerja bersama dengan perusahaan tersebut, tak hanya mengincar gajinya saja. Pada saat bersamaan, menunjukkan bahwa Anda sudah melakukan riset, sekaligus membuat si penanya mengetahui bahwa Anda sudah mempersiapkan diri dan serius ingin bergabung dengan perusahaan tersebut.

2. Apa kelebihan Anda?
Jawaban umum seperti, “Saya baik saat bekerja dengan tim,” atau “Saya disiplin dalam bekerja” memang seperti jawaban yang tepat untuk disampaikan kepada kepala personalia yang bertanya. Namun sayangnya, jawaban seperti ini sudah terlalu sering didengar oleh kepala personalia. Sebaiknya Anda mengatakan sesuatu yang berbeda dan membuat Anda memiliki nilai lebih di mata si penanya.

Arti sesungguhnya: “Seberapa besar kelebihan yang sudah Anda gunakan untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan?” Saat menanyakan pertanyaan ini, si penanya ingin mengetahui bakat atau nilai lebih apa yang bisa Anda tawarkan kepada perusahaan. Maka, saat pertanyaan ini ditanyakan, jangan lupa untuk menjelaskan nilai lebih Anda. Jelaskan bagaimana kelebihan Anda bisa memenuhi kebutuhan spesifik perusahaan. Dalam ekonomi seperti sekarang ini, banyak perusahaan yang sedang berusaha menurunkan biaya pengeluaran. Pengalaman Anda bernegosiasi dengan para vendor dan mendapatkan harga termurah, misalnya, bisa meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda incar.

3. Apa kekurangan Anda?
Kebanyakan orang berusaha mendaftar kekurangan yang sebenarnya bisa dilihat sebagai kekuatan. Misal, “Saya terlalu perfeksionis” atau “Saya tak bisa mengatakan ‘tidak’ ketika seseorang minta bantuan.” Jawaban-jawaban seperti ini bisa membuat si pewawancara menduga bahwa Anda sedang menyembunyikan sesuatu.

Arti sesungguhnya: “Seberapa besar Anda jujur dan mengenali diri Anda sendiri?” dan “Seberapa suksesnya Anda menghadapi tantangan dalam berkarier atau kesulitan dalam bekerja?” Setiap orang memiliki kekurangan, namun tak semua orang berani mengakuinya. Pewawancara kerja mencari orang-orang yang bisa mengenali kekurangan dirinya sendiri dan berani maju untuk mengatasinya. Misal, jika Anda memiliki masalah untuk bicara di depan publik, katakan bahwa jika memang itu adalah kekurangan Anda. Lalu lanjutkan prestasi pribadi Anda sendiri yang ternyata bisa mengatasi kekurangan tersebut. Misal, dengan mengatakan bahwa Anda mencoba memberanikan diri untuk bicara di depan tim eksekutif untuk mempresentasikan proposal proyek Anda di kantor lama. Katakan, bahwa meski menakutkan, namun situasi tersebut memaksa Anda untuk mengkonfrontasi kelemahan Anda dan mengambil langkah-langkah, meskipun kecil.

4. Lebih senang bekerja sendiri atau dalam tim?
Pertanyaan ini termasuk pertanyaan yang menjebak. Karena jarang seseorang harus bekerja sendirian atau selalu dalam kelompok.

Arti sesungguhnya: “Bisakah Anda bekerja dengan pengawasan minimal?” dan “Bisakah Anda menjelaskan ketika Anda bekerja dengan kolega atau grup untuk menyelesaikan tantangan pekerjaan?” Para manager mencari individu-individu yang bisa mengambil kesempatan dan berinisiatif. Tak semua atasan bisa mengawasi semua bawahannya dan membimbingnya untuk menyelesaikan tugas selangkah demi selangkah. Jadi tunjukkanlah bahwa Anda bisa bekerja secara otomatis dan cerdik.

Pada saat bersamaan, Anda harus bisa bekerja dengan beragam tipe individual dengan tingkatan yang berbeda, departemen, kantor, bahkan perusahaan. Maka si personalia yang bertanya kepada Anda ingin tahu sebaik apa Anda bisa berkolaborasi dengan orang lain.  Jangan lupa untuk menyampaikan jika Anda pernah memimpin proyek tim yang berhasil.

Dengan mengetahui apa respons yang dicari oleh para pewawancara lewat pertanyaan-pertanyaan simpel, kesempatan Anda untuk bisa menjawab dan memberi impresi baik di hadapan si pewawancara lebih baik. Lagi pula, si pewawancara mungkin terbiasa untuk mendengar respons yang sama berulang-ulang. Dengan memberikan jawaban yang berbeda dari kebanyakan orang, Anda pun akan memiliki peluang lebih baik.

Sumber KOMPAS.com

SePeDa TemPoe DoeLoe

Saat ini bersepeda dengan sepeda antik-kuno sudah menjadi tren. Selain untuk berolahraga dan hobi, bersepeda juga tidak menimbulkan polusi udara seperti transportasi kendaraan bermotor lainnya, jadi bisa menyehatkan dan mengurangi global warming.

Nah bagi para penyuka sepeda antik-kuno, kini ditawarkan sepeda antik-kuno berbagai jenis dengan harga terjangkau, seperti Gasolle, Simplex (laki-laki), Simplex (perempuan), Begres, dll.


Jika anda tertarik dan berminat ataupun ingin sepeda antik dengan model yang lain

So, tunggu apa lagi

Tinggal pesan ke:

Bp. Saprudin

HP: 087832532544

Rumah: 0296423109

Email: tje_pooh@yahoo.co.id


DASAR DASAR AKUNTANSI

AKUNTANSI DAN LINGKUNGANNYA

  1. A. DEFINISI AKUNTANSI

Definisi akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu :

  1. Definisi dari sudut Pemakai

Akuntansi adalah suatu disiplin (ilmu) yang menyediakan informasi ang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatn-kegiatan suatu perusahaan atau organisasi.

Informasi yang dihasilkan diperlukan untuk:

  • Membuat Perencanaan yang efektif, pengawasan dan pengambilan keputusan oleh manajemen,
  • Pertanggungjawaban perusahaan/organisasi kepada investor, kreditur, badan pemerintah, dll
  1. Definisi dari sudut Proses Kegiatan

Akuntansi merupakan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisasian data keuangan suatu perusahaan/organisasi (2005 :Haryono Yusup). Pada dasarnya akuntansi harus :

  • Mengidentifikasi data mana yang berkepentingan atau relevan dengan keputusan yang diambil.
  • Memproses atau menganalisis data yang relevan.
  • Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Akuntansi sebagai suatu sistem informasi diperlukan oleh berbagai pihak, baik dari kalangan intern maupun ekstern perusahaan, secara garus besar pihak-pihak tersebut antara lain : Manager, Investor, Kreditur, Instansi Pemerintah, Organisasi Nirlaba (organisasi yang tidak mengutamakan laba), dan Pemakai Lainnya

  1. B. PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI

Dalam prinsip akuntansi Indonesia, terdapat tiga aturan 9konsep) yang perlu diperhatikan, antara lain :

  1. Konsep Entitas (kesatuan usaha)

Ditinjau dari segi akuntansinya, antara kesatuan usaha yang satu dengan kesatuan usaha yang lainnya atau dengan pemiliknya, terdapat garis pemisah yang tegas. Aktivitas usaha dicatat secara terpisah dari aktivitas pihak pihak yang berkepentingan. Entitas ini dapat berupa dealer mobil, toko serba ada, toko grosir, dll.

  1. Prinsip Objektivitas

Catatan dan laporan akuntansi harus didasarkan pada data-data yang benar dan berawal dari kegiatan yang didokumentasikan dalam bentuk bukti yang objektif, sehingga akan menghasilkan laporan akuntansi yang menyajikan informasi yang bisa dipercaya.bisa dipercaya

  1. Prinsip Cost (Biaya)

Menetapkan bahwa harta dan jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya Barang atau jasa yang dibeli akan dicatat dengan harga yang sesungguhnya disepakati dalam transaksi yang bersangkutan.

  1. C. LAPORAN KEUANGAN DAN PERSAMAAN AKUNTANSI

Salah satu fungsi utama akuntansi adalah menyediakan laporan laporan periodik untuk manajemen, investor, kreditor dan pihak-pihak lain diluar perusahaan. Laporan Keuangan utama yang dihasilkan dari proses akuntansi adalah Laporan Rugi Laba dan Neraca, namun pada umumnya suatu perusahaan mempunyai beberapa laporan keuangan, yaitu :

  1. Laporan Laba Rugi menggambarkan hasil-hasil usaha/pendapatan yang dicapai dalam suatu periode tertentu. Dalam Laporan Laba Rugi terdiri dari : Pendapatan (Penjualan barang dan jasa, Pendapatan Bunga dll) dan Biaya (biaya gaji pegawai, Biaya perlengkapan, Biaya pembelian bahan baku, biaya macam-macam, dll)
  2. Laporan Perubahan Modal dibuat untuk mengetahui jumlah saldo akhir modal perusahaan pada periode tertentu. Dalam Laporan Perubahan Modal terdiri dari Modal Awal, Laba atau Rugi bersih, dan Prive (jika ada).
  3. Laporan Arus Kas dibuat untuk mengetahui jumlah pemasukan dan pengeluaran kas secara tunai serta jumlah saldo kas bersih perusahaan pada suatu periode tertentu. Dalam Laporan Arus Kas  terdiri dari:
    • arus kas dari aktivitas operasi, yaitu penerimaan dan pembayaran kas yang menyangkut kegiatan aktivitas perusahaan, contohnya kas yang diterima dari penjualan, biaya yang dikeluarkan pada waktu produksi (listrik, air,dll)
    • arus kas dari aktivitas investasi, yaitu transaksi kas untuk pembelian atau penjualan aktiva tetap/permanen, contohnya membeli tanah, gedung, peralatan, menjual saham, dll.
    • arus kas dari aktivitas pendanaan, yaitu transaksi yang berhubungan dengan peminjaman dana dan pengambilan uang oleh pemilik, contohnya modal awal dan  prive
  4. Neraca dibuat untuk menggambar posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu. Dalam Neraca terdiri dari Aktiva (Harta)dan Pasiva (Kewajiban/Hutang dan Modal Akhir), jumlah total aktiva harus sama dengan jumlah total pasiva.

Dalam menyusun laporan keuangan seperti yang diuraikan pada bab 1, suatu sistem akuntansi harus dapat menghasilkan lima kategori informasi, yaitu : aktiva, kewajiban, modal , pendapatan dan biaya.

  1. 1. Aktiva

Aktiva merupakan sumber-sumber ekonomi/ kekayaan  yang dimilki perusahaan yang biasa dinyatakan dalam satuan uang. Ada kekayaan beruapa barang berwujud seperti gedung, tanah, mesin, dll. Ada pula yang berupa tagihan seperti piutang dagang, ada pula yang berbentuk pembayaran dimuka(uang muka) atas jasa tertentu yang baru akan diterima pada masa yang akan datang seperti premi asuransi. Dalam mencatat neraca urutannya dimulai dengan aktiva lancar (kas, piutang dagang, persediaan, dll) dan diikuti dengan aktiva yang permanen (gedung, mesin, tanah, dll).

  1. 2. Kewajiban

Kewajiban meupakan utang yang harus dibayar oleh perusahaan dengan uang atau jasa pada saat tertentu dimasa mendatang. Dengan kata lain, kewajiban merupakan tagihan para kreditur kepada perusahaan. Kewajiban digolongkan menjadi 2, kewajiban jangka pendek (jangka waktu jatuh temponya <1 tahun) dan kewajiban jangka panjang (jangka waktu jatuh temponya  >1 tahun). Dalam menyusun neraca, urutannya pencatatannya dimulai dari kewajiban jangka pendek (utang wesel yang ditarik untuk pinjaman jangka pendek, atau kewajiban jangka pendek lainnya) kemudian kewajiban jangka panjang (utang hipotik, utang obligasi, dll).

  1. 3. Modal

Modal merupakan hak pemilik perusahaan atas kekayaan (aktiva) perusahaan. Besarnya modal sama dengan aktiva bersih perusahaan, yaitu selisih antara aktiva dengan kewajiban. Modal dicantumkan dalam neraca dibawah kewajiban.

Persamaan Akuntansi :

Harta (aktiva) = Kewajiban (Hutang) + Modal

  1. 4. Pendapatan.

Pendapatan adalah aliran dana penerimaan kas maupun harta lainnya yang diterima sari konsumen/pelanggan sebagai hasil penjualan barang atau pemberian jasa.

  1. 5. Biaya

Biaya adalah harga pokok barang yang dijual atau jasa yang dikonsumsi untuk menghasilkan pendapatan.

DASAR –DASAR PROSEDUR PEMBUKUAN

  1. A. REKENING SEBAGAI ALAT PENCATATAN

Rekening adalah suatu alat untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang berkaitan dengan aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan biaya. Tujuan pemakaian rekening adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan keuangan. Rekening dapat memberikan informasi tentang transaksi perusahaan dari hari ke hari. Contohnya, dari rekening dapat diketaui jumlah piutang perusahaan kepada debitur, jumlah kewajiban perusahaan kepada kreditur, harga beli aktiva yang dimiliki perusahaan, dll. Dengan menggunkan rekening maka transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan dapat dicatat secar tepat dan lengkap.

  1. B. PENGGOLONGAN REKENING

Secara umum rekening-rekening dibagi menjadi dua golongan, yaitu :

  1. Rekening Riil (Neraca)

Rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam neraca, antara lain :

a)      Rekening Aktiva (Harta)

  • Aktiva Lancar (tidak berwujud) : Kas, Piutang, Premi asuransi dibayar dimuka, merek, goodwill, dll
  • Aktiva Tetap (berwujud) : Peralatan, Perlengkapan, Mesin, Tanah, Bangunan, Kendaraan,dll

b)      Rekening Kewajiban

  • Hutang Lancar /Jangka Pendek (< 1 tahun) : Hutang Wesel
  • Hutang Jangka Panjang (> 1 Tahun ) : Hutang Hipotik, Hutang Obligasi.

c)      Rekening Modal

  1. Rekening Nominal  (Laba Rugi)

Rekening-rekening yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam laporan laba rugi, antara lain :

a)      Rekening Pendapatan

  • Pendapatan Jasa
  • Penjualan
  • Pendapatan Bunga, dll

b)      Rekening Biaya

  • Biaya Sewa Gedung
  • Biaya Listrik, air dan telepon,
  • Gaji Pegawai
  • Gaji Perlengkapan, dll

  1. C. SISTEM PENCATATAN TRANSAKSI KEUANGAN  DAN SALDO REKENING

Dalam perusahaan, sistem pencatatan transaksi keuangan disebut pembukuan. Sistem pembukuan/pencatatan yang digunakan adalah sistem pembukuan berpasangan. Prinsip utama sistem ini adalah bahwa setiap transaksi keuangan selalu dicatat dengan mendebet dan mengkredit, dua buah rekening atau lebih dengan jumlah nominal debet dan kredit yang sama. Pencatatan rekening tersebut  dimaksudkan untuk dapat menunjukkan kondisi keuangan perusahaan dan perubahan serta sebab-sebab yang mengakibatkan terjadinya perubahan pada kondisi keuangan perusahaan.

Aturan pendebetan dan pengkreditan serta saldo-saldo pada umumnya dari berbagai jenis rekening dapat dilihat pada ikhtisar dibawah ini :

Jenis Rekening Pertambahan Pengurangan Saldo
Aktiva Debet Kredit Debet
Kewajiban Kredit Debet Kredit
Modal Kredit Debet Kredit
Pendapatan Kredit Debet Kredit
Biaya Debet Kredit Debet

Sebagai contoh,

1)      Perusahaan reparasi televisi “ Cepat” memperoleh pendapatan sebagai hasil dari pekerjaan reparasinya sebesar Rp. 150.000,00. Maka hal ini akan mengakibatkan aktiva kas bertmabah Rp. 150.000,00 dan rekeing pendapatan yang disebut pendapatan reparasi akan bertambah Rp. 150.000,00. Cara pencatatan transaksi ini,

  • Rekening Kas didebet Rp. 150.000,00
  • Rekening Pendapatan Reparasi dikredit Rp. 150.000,00

2)      Perusahaan reparasi televisi “ Cepat” membeli peralatan reparasi dari PT. Maju sebesar Rp. 350.000,00. Berhubung perusahaan tidak mempunyai uang yang cukup untuk membayar pembelina peralatan tersebut, maka belum seluruhnya dibayar tunai. Perusahaan membayar tunai Rp. 200.000,00 dan sisanya Rp. 150.000,00 akan dibayar bulan depan. Cara pencatatan transaksi ini,

  • Rekening peralatan didebet Rp. 350.000,00 karena peralatan perusahaan bertambah dengan pembelian di PT. Maju.
  • Rekening Kas dikredit Rp. 200.000,00 karena kas berkurang digunakan membayar pembelian peralatan.
  • Dan Rekening Utang dikredit sebesar Rp. 150.000,00 karena utang perusahaan bertambah untuk pembelian peralatan reparasi.

JURNAL DAN POSTING

  1. A. DASAR-DASAR PROSEDUR AKUNTANSI

Keterangan :

  1. TRANSAKSI KEUANGAN adalah kegiatan yang berkaitan dengan keluar masuknya aliran dana dalam perusahaan, contohnya : menerima setoran dari pemilik, meminjam uang pada bank, menyewa gedung, membeli peralatan dan mesin, membayar gaji karyawan, membeli bahan baku, menjual barang, dll
  2. BUKTI TRANSAKSI adalah catatan (huruf dan angka), memo atau nota yang terkait dengan transaksi keuangan, contonya : nota pembelian, nota pembayaran, faktur pembelian, cek, dll.
  3. JURNAL adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan rekening yang harus didebit dan dikredit beserta jumlah masing-masing.
  4. BUKU BESAR adalah “buku” yang halaman-halaman berfungsi untuk penggolongan masing-masing akun, sehingga akan mempermudah dalam pencatatan dan pengecekan saldo rekening.
  5. LAPORAN KEUANGAN adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang berupa laporan kesimpulan dari berbagai transaksi keuangan. Contohnya Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Arus Kas dan Neraca. Laporan Keuangan tersebut dapat dievaluasi dan digunakan perusahaan sebagai pengambilan keputusan.

  1. B. JURNAL

Setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan, sebelum dibukukan dalam buku besar, harus dicatat dahulu kedalam jurnal. Oleh karena itu, buku jurnal sering disebut sebagai buku catatan pertama atau book of original entry.

Manfaat pemakaian jurnal antara lain :

1)      Jurnal merupakan alat pencatatan yang memberikan gambaran secara kronologis (menurut urutan waktu terjadi transaksi), sehingga dapat memberi gambaran yang lengkap tentang seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urut-urutan kejadiannya.

2)      Jurnal merupakan alat pencatatan yang dapat memberi gambaran pos-pos yang terpengaruh oleh suatu transaksi. Manfaat pemakaian jurnal akan sangat terasa, terutama bila suatu transaksi mengakibatkan adanya beberapa pendebetan dan pengkreditan, sedangkan di buku besar pengaruh semacam itu sulit diketahui.

  1. C. POSTING

Posting merupakan proses menindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal ke buku besar. Dalam posting kegiatan yang dilalkukan adalah memindahkan jumlah dalam kolom debet jurnal ke dalam sisi debet rekening dan memindahkan jumlah dalam kolom kredit kedalam sisi kredit rekening. Untuk menegrjakan posting dapat dilihat pada contoh di halaman

  1. D. BENTUK JURNAL DAN BUKU BESAR

a)      Contoh bentuk jurnal adalah sebagai berikut :

JURNAL

Hal.1

Tanggal

(1)

Nama Rekening

(2)

No Rekening

(3)

Jumlah
Debet (4) Kredit (5)
2009 Kas 1 100.000
Sept 05 Pendapatan 500 100.000

Pemakaian kolom-kolom dalam lembar jurnal adalah sebagai berikut :

Kolom Keterangan
1 mencatat tanggal transaksi,bagian kiri untuk mencatat tahun dan bulan, sedangkan kanan untuk mencatat tanggal
2 mencatat nama rekening yang akan didebet maupun rekening yang akan dikredit. Pencatatan rekening yang akan di kredit lebih menjorok kedalam
3 mencatat nomor rekening yang didebet maupun yang dikredit. Nomor rekening ini biasa bervariasi, tergantung perusahaan masing-masing dan biasanya sudah diketahui/dicantumkan dalam perusahaan. Namun apabila tidak diketahui, tidak perlu diisi juga tidak apa-apa.
4 mencatat jumlah rupiah rekening yang harus didebetkan ke dalam rekening yang namanya sudah tertulis dalam kolom(2)
5 mencatat jumlah rupiah rekening yang harus dikreditkan ke dalam rekening yang namanya sudah tertulis dalam kolom(2)

b)      Contoh bentuk Buku Besar, sebagai berikut :

KAS

no. rek 1

Tanggal (1) Uraian (2) Ref (3) Debit(4) Kredit(5) Saldo (6)
Debit Kredit
2009
Sept 5 Kas 2 100.000 - 100.000

Pemakaian kolom-kolom dalam lembar jurnal adalah sebagai berikut :

Kolom Keterangan
1 mencatat tanggal transaksi,bagian kiri untuk mencatat tahun dan bulan, sedangkan kanan untuk mencatat tanggal
2 mencatat nama akun sesuai nama  rekening di buku besar
3 mencatat nomor halaman lembar jurnal
4 mencatat jumlah rupiah rekening yang harus didebetkan ke dalam rekening yang namanya sudah tertulis dalam lembar jurnal.
5 mencatat jumlah rupiah rekening yang harus dikreditkan ke dalam rekening yang namanya sudah tertulis dalam jurnal
6 mencatat saldo jumlah rupiah rekening yang harus didebit atau dikreditkan sesuai aturan pendebetan dan pengkreditan saldo rekening.

KapanLagi.com – Pemain: Uma Thurman, Jeffrey Dean Morgan, Colin Firth, Isabella Rossellini, Sam Shepard

Oleh: Fatchur Rochim

Dr. Emma Lloyd (Uma Thurman) adalah seorang host sebuah acara radio yang populer. Karir Emma sebagai pengisi acara konsultasi hubungan asmara meningkat pesat dengan semakin naiknya rating acara ini. Seperti juga tips-tips yang ia berikan, hidup Emma adalah hidup yang sangat teratur dan bertanggung jawab. Masalahnya, tak semuanya dalam hidup ini bisa direncanakan seperti saat Emma memberikan nasihatnya.

Emma berencana segera menikahi Richard Bratton (Colin Firth), tunangannya namun ada satu kejadian yang mengacaukan rencana yang sudah mereka buat dengan matang ini. Suatu ketika ada seorang wanita bernama Sophia (Justina Machado) yang meminta nasehat masalah asmara pada Emma. Setelah mengetahui duduk perkaranya, Emma menyarankan agar Sophia meninggalkan calon suaminya.

Celakanya, Patrick Sullivan (Jeffrey Dean Morgan), kekasih Sophia yang mengira bahwa ia akan segera menikahi Sophia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Sophia tiba-tiba meninggalkannya hanya karena nasehat dari Emma. Patrick pun segera merancang skenario balas dendam dengan meminta salah seorang temannya agar membobol sistem data negara dan membuat status Emma menjadi ‘telah menikah’ dengan Patrick. Dengan begitu, Emma tak bisa menikahi Richard, tunangannya.

Emma tak bisa berbuat apa-apa selain memohon pada Patrick agar mau menandatangani surat pernyataan bahwa pernikahan mereka tidak sah dan saat ini dimanfaatkan Patrick untuk mempermainkan Emma yang sedang putus asa. Tapi seperti juga Emma, Patrick tak sadar bahwa dalam hidup tidak semuanya bisa berjalan seperti yang direncanakan.

Di atas kertas, THE ACCIDENTAL HUSBAND ini sebenarnya menjanjikan banyak hal. Pertama karena konsep dasar yang sudah cukup kuat. Selama diterjemahkan ke dalam bentuk naskah dengan baik maka konsep yang sudah kuat ini bisa menjanjikan sebuah tontonan yang sangat menarik. Yang kedua tentu saja adalah nama-nama pemeran yang dipasang. Paling tidak, Uma Thurman, Jeffrey Dean Morgan, dan Colin Firth sudah membuktikan bahwa kemampuan akting mereka berada di atas rata-rata.

Sayangnya konsep yang sudah bagus itu ternyata tak terlalu berhasil dalam eksekusinya. Penyebabnya adalah ending yang terlalu dipaksakan. Konsep happy ending memang identik dengan film-film Hollywood meski pada kenyataannya tidak semua orang pada akhirnya mendapatkan happy ending. Dan di sini sang sutradara sepertinya terlalu enggan untuk mengubah pakem happy ending ini demi kesatuan alur cerita yang menarik.

Sub plot yang dibangun di sekitar alur utama pun sepertinya tidak terlalu mendapat perhatian. Artinya, alur-alur kecil ini jadi terasa tidak berkesan dan hanya sekedar tempelan pada jalan cerita utama saja. Padahal sub plot ini sebenarnya cukup punya potensi untuk mendukung alur utama yang sudah cukup bagus.

Di sisi akting pun ketiga pemeran utama ini sepertinya tak berhasil mengeluarkan potensi mereka secara maksimal. Potensi Colin Firth terasa sia-sia karena ia tak mendapat peran yang cukup besar sementara chemistry antara Uma Thurman dan Jeffrey Dean Morgan juga terasa hambar. Alhasil, konsep dasar yang kuat tadi pun jadi sia-sia juga. (kpl/roc)

Sepertiga orang yang berada di lingkungan perokok berat atau biasa disebut para perokok pasif, mengalami kerusakan paru-paru sama seperti mereka yang merokok, kata para peneliti. Kerusakan paru-paru tersebut terbukti setelah para dokter menggunakan pemindaian MRI (magnetic resonance imaging).

MRI, atau citra resonansi magnetik, digunakan para dokter tersebut untuk melihat paru-paru orang yang sering berada dalam lingkungan perokok berat, dan mereka menemukan jenis kerusakan paru-paru yang menyebabkan emfisema.

“Kami menilai perubahan-perubahan yang terjadi itu adalah tanda awal kerusakan paru-paru, berupa emfisema dalam bentuk ringan,” kata pemimpin penelitian tersebut, Chengbo Wang, seorang dokter MRI di The Children`s Hospital of Philadelphia.

“Hampir sepertiga orang yang telah lama menjadi perokok pasif, mengalami perubahan-perubahan struktural ini,” kata Wang.

“Sepanjang pengetahuan kami, ini merupakan pertama kalinya studi citra yang bertujuan menemukan kerusakan paru-paru pada perokok pasif yang telah lama berada di lingkungan penuh asap rokok.”

“Kami berharap karya kami memperkuat usaha para pembuat undang-undang maupun pembuat kebijakan dalam mengurangi masyarakat yang menjadi perokok pasif.”

Wang mengemukakan 35% anak-anak di AS tinggal bersama orang yang merokok di rumah.

Tim tersebut meneliti 60 orang dewasa berusia antara 41 dan 79 tahun di mana 45 dari jumlah tersebut belum pernah merokok.

Mereka yang tidak merokok digolongkan perokok pasif berat jika setidak-tidaknya telah 10 tahun hidup bersama seorang perokok. Kebanyakan dari mereka mengalami hal tersebut saat kanak-kanak.

“Sudah lama ada hipotesa bahwa kontak yang dalam jangka panjang dengan asap rokok orang lain, dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, namun metode sebelumnya yang menganalisa perubahan paru-paru tidak cukup peka untuk mendeteksi hal itu,” kata Wang.

Timnya memakai teknik yang disebut global helium-3 difusi pencitraan resonansi magnetik.

“Dengan teknik ini, kami dapat memeriksa struktur paru-paru hingga tingkat mikroskopis,” kata Wang.

Mereka mendapati 57% perokok dan 33% perokok pasif berat mengalami tanda awal kerusakan paru-paru, sebagaimana hasil pemindaian MRI.

Para peneliti AS melaporkan bahwa 20% perempuan penderita kanker paru-paru belum pernah merokok.

KapanLagi.com – Pemain: James McAvoy, Morgan Freeman, Angelina Jolie, Thomas Kretschmann, Kristen Hager

Wesley Gibson (James McAvoy) bukanlah siapa-siapa. Ia hanyalah seorang karyawan lugu yang sering jadi bulan-bulanan atasan dan teman kerjanya. Lebih buruk lagi, pacar Wesley bahkan selingkuh dengan teman kerja Wesley sementara Wesley tak mampu berbuat apa-apa. Namun hidup Wesley dalam sekejap mata berubah setelah ia bertemu Fox (Angelina Jolie).

Wesley bertemu Fox saat ia sedang membeli obat untuk meredakan rasa gelisahnya. Dalam pembicaraan singkat, Fox mengatakan bahwa ayah Wesley sebenarnya tidak meninggal saat Wesley baru berusia 7 hari. Ayah Wesley adalah sorang pembunuh bayaran yang baru saja meninggal 1 hari sebelumnya dan bahwa Wesley adalah target berikutnya.

Sebelum sempat berpikir, Cross (Thomas Kretschmann), orang yang membunuh ayah Wesley datang untuk membunuh Wesley. Untungnya Fox mampu mengatasi keadaan dan membawa Wesley yang masih kebingungan ke markas Fraternity yang dipimpin oleh Sloan (Morgan Freeman). Sloan kemudian menjelaskan bahwa Wesley mewarisi bakat ayahnya yang memiliki refleks sangat cepat melebihi manusia biasa dan mengajak Wesley bergabung. Wesley yang masih kebingungan kemudian menolak tawaran ini dan memutuskan untuk pergi.

Namun keesokan harinya saat Wesley kembali mendapat perlakuan buruk dari atasan dan teman kerjanya, Wesley memutuskan untuk bergabung dengan Fraternity. Dan mulailah Wesley mendapat pelatihan sebagai seorang pembunuh profesional mulai dari menembak menggunakan pisau sampai bertarung tangan kosong.

Di saat yang sama, Cross mulai membunuh anggota Fraternity satu per satu. Sloan yang merasa terdesak kemudian memutuskan untuk mempercepat pelatihan Wesley. Sloan yakin bahwa hanya Wesley yang sanggup membunuh Cross. Mampukah, Wesley melaksanakan tugas berat ini?

Film yang diadaptasi dari komik karya Mark Millar dan J.G. Jones ini memang tak sepenuhnya berakar pada sumbernya. Sang sutradara Timur Bekmambetov dan 3 penulis naskah Michael Brandt, Derek Haas, dan Chris Morgan hanya mengambil inti cerita dan menuangkannya dalam film sepanjang 110 menit yang penuh dengan ketegangan.

Menonton film WANTED ini, saya jadi teringat film THE MATRIX yang sempat populer beberapa tahun yang lalu. Setiap adegan laga dalam film ini jelas telah ditata rapi dan disuguhkan sebagai orkestrasi visual yang menarik. Jangan menggunakan logika!, karena film sejenis ini memang kadang menyimpang dari logika. Akan banyak adegan, yang kalau dipikir ulang, terasa tak masuk akal.

Walaupun masuk dalam kategori film laga, namun film ini cukup menarik karena tak semata-mata mengumbar adegan action tanpa memikirkan jalan cerita atau penokohan. Alur cerita WANTED cukup menarik karena tak cuma jadi pelengkap untuk menyambung setiap adegan laga. Ada sedikit twisted plot walaupun bisa diduga namun cukup menyegarkan alur film ini. Masing-masing scene pun dibuat bergerak dalam alur yang mulus hingga puncak cerita sehingga tak ada kesan terpotong atau malah lepas dari alur.

Permainan James McAvoy, Angelina Jolie dan tentunya Morgan Freeman mungkin tak perlu diragukan lagi. Meskipun film ini adalah film action pertama James McAvoy, namun tampaknya ia cukup mampu berperan sebagai tokoh yang mengandalkan kekuatan fisik. Malah bisa dibilang James mampu memberikan ‘nyawa’ pada tokoh ’super’ yang biasanya cenderung tak punya karakter kuat. Sayangnya mungkin adalah aksen James McAvoy yang masih terdengar ‘British‘. Aneh rasanya melihat orang Amerika dengan aksen Inggris. (kpl/roc)

A. Perencanaan dan Menghasilkan Modal

Modal merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam pendirian sebuah bank. Karena fungsi dan peranan modal menyangkut dalam segala kegiatan bank, sehingga pemilik modal harus cermat dan teliti dalam mengatur perputaran modalnya. Apalagi jika bank tersebut akan memperluas kegiatannya, hal ini harus melihat terlebih dahulu kondisi permodalannya

Bank memerlukan sebuah perencanaan dalam pemenuhan kebutuhan untuk membiayai kegiatan bank, hal ini penting agar penggunaan modal dapat digunakan secara efektif dan efisien.

Perencanaan jumlah dana bank mutlak diperlukan untuk menetapkan jumlah dana yang dibutuhkan sehingga pengendalian dapat dilakukan. Perencanaan yang baik harus didasarkan atas analisis data dan informasi, supaya rencana yang dihasilkan realistis. Data dan informasi yang dibutuhkan dalam perencanaan jumlah dana bank antara lain:

  1. Undang-undang Perbankan dan surat edaran Bank Sentral

  2. Situasi moneter dan keadaan perekonomian

  3. Pendapatan masyarakat (IPC) dan besarnya biaya hidup

  4. Jumlah bank saingan dan besarnya cost of fund yang berlaku

  5. Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Bank for International Settlements (BIS)

Untuk menentukan besarnya dana suatu bank secara absolut sulit, tetapi besarnya dana bank dapat ditentukan berdasarkan hal-hal berikut:

  1. Ketentuan Pemerintah

Pemerintah selalu menetapkan besarnya dana (modal) sendiri setiap bank dinegaranya masing-masing. Penentuan besar dana sendiri suatu bank didasarkan atas ketetapan undang-undang, keppres, atau surat edaran Bank Indonesia.

  1. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum(KPMM)

KPMM atau CAR atau BIS besarnya 8%. KPMM adalah kebutuhan modal minimum bank dihitung berdasarkan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko (ATMR). Rasio kebutuhan modal bank dihitung dengan cara membandingkan modal sendiri dengan ATMR.

Ketetapan CAR sebesar 8% bertujuan untuk:

  • Menjaga kepercayaan masyarakat kepada perbankan

  • Melindungi dana pihak ketiga pada bank bersangkutan

  • Untuk memenuhi ketetapan standar BIS Perbankan Internasional dengan formula sebagai berikut:

    1. 4% modal inti yang terdiri dari shareholder equity, prefered stock, dan freereserves, serta

    2. 4% modal sekunder yang terdiri dari subordinate debt, loan loss provission, hybrid securities, dan revolution reserves.

Sanksi bagi bank yang tidak memenuhi CAR 8% di samping diperhitungkan dalam penilaian tingkat kesehatan bank, juga akan dikenakan sanksi dalam rangka pengawasan dan pembinaan bank.

  1. Area Operasional Bank

Kebutuhan dana bank akan semakin besar jika area operasionalnya semakin luas meliputi nasional dan bahkan internasional. Sebaliknya apabila area operasionalnya sedikit, kebutuhan dana bank relatif kecil.

  1. Produk Jasa Bank

Kebutuhan besarnya dana bank dipengaruhi oleh banyaknya produk jasa yang akan dilayaninya. Apabila produk jasa bank banyak, dana bank yang dibutuhkan akan semakin besar, sebaliknya jika produk jasanya sedikit kebutuhan dananya relatif sedikit.

  1. Tujuan Bank

Dana bank akan dipengaruhi tujuan yang ingin dicapai bank bersangkutan. Semakin banyak laba yang ingin diperoleh maka semakin besar dana bank yang dibutuhkan, begitu juga sebaliknya.

  1. Pimpinan Bank

Kebutuhan modal bank juga dipengaruhi oleh kecakapan dan profesionalisme pimpinan bank. Semakin tinggi profesionalisme dan kreativitas pimpinan bank, semakin besar dana bank yang dibutuhkannya, begitu juga sebaliknya.

  1. Kebutuhan Likuiditas yang Dimiliki

Artinya jika alat-alat likuid yang dimiliki sangat terbatas, ada kemungkinan untuk memenuhi likuiditas itu diambil dari modal bank bersangkutan. Dengan demikian dana bank yang diperlukan besar. Sebaliknya jika terjadi overlikuiditas, dana bank yang dibutuhkan kecil.

  1. Tingkat Kualitas dari Aset

Artinya semakin banyak aset produktif (kredit lancar dan earning assets) maka kebutuhan akan modal semakin mudah dipenuhi. Sebaliknya jika banyak terdapat kredit macet, kebutuhan dana bank semakin sulit untuk dipenuhi bank bersangkutan.

  1. Struktur dari Tabungan

Artinya apabila biaya tabungan semakin banyak, akan semakin sulit untuk dapat memenuhinya, bahkan mungkin akan menimbulkan kerugian. Kerugian ini harus ditutup dari modal bank. Hal ini bagi manajer bank semakin terasa bahwa banknya semakin kekurangan modal.

  1. Tingkat Kualitas dan Sistem Operasional Bank

Artinya semakin baik operasional bank, semakin efisien serta produktif bank bersangkutan. Dengan demikian, kebutuhan modal akan semakin mudah dipenuhi. Sebaliknya jika sistem dan operasional bank kurang baik maka kebutuhan modal akan lebih sulit untuk dipenuhi.

  1. Tingkat Kualitas Pemilik Bank

Artinya jika pemilik bank selalu menginginkan agar banknya semakin kuat dan besar, kebutuhan modal akan semakin terpenuhi karena laba yang diperoleh diinvestasikan kembali. Sebaliknya jika pemilik bank berkarakter ingin selalu membagikan laba yang diperoleh (tanpa cadangan), kebutuhan akan modal bersangkutan relatif kecil.

B. Manajemen Permodalan Bank

Dalam pembahasan tentang Manajamen Sumber Dana Bank, khususnya pembagian dana bank terlihat jelas bahwa modal (equity) merupakan bagian dari dana bank (fund) dan merupakan dana yang diinvestasikan oleh pemilik pada waktu pendirian bank yang dimaksudkan untuk membiayai kegiatan usaha bank. Modal bank bukan saja sebagai salah satu sumber penting dalam memenuhi kebutuhan dana bank, tetapi posisi modal bank juga akan mempengaruhi keputusan-keputusan manajemen. Dalam neraca bank, modal terdapat pada sisi pasiva neraca, demikian dengan sumber dana lainnya.

Berikut ini klasifilaksi modal berdasarkan pendekatan pada neraca, modal dapat dibedakan menjadi:

  1. Modal inti, terdiri dari:

    1. Modal disetor

Modal disetor adalah modal yang secara efektif telah disetor oleh pemiliknya.

    1. Agio saham

Yaitu selisih lebih setoran modal yang diterima bank akibat dari nilai saham melebihi nilai nominalnya.

    1. Laba ditahan

Laba ditahan adalah saldo laba bersih setelah dikurangi pajak.

    1. Laba tahun lalu

Yaitu laba bersih tahun-tahun lalu setelah dikurangi pajak dan belum ditentukan penggunaannya oleh RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

    1. Laba tahun berjalan

Yaitu laba yang diperoleh dalam tahun buku berjalan dikurangi taksiran utang pajak.

    1. Cadangan umum

Yaitu dengan penyisihan laba ditahan setelah dikurangi pajak dan mendapat persetujuan RUPS.

    1. Cadangan tujuan

Yaitu bagian laba yang setelah dikurangi pajak yang disisihkan.

    1. Bagian kekayaan bersih anak perusahaan yang laporan keuangannya dikonsolidasikan, adalah modal inti anak perusahaan setelah dikompensasikan nilai penyertaan bank pada anak perusahaan tersebut.

  1. Modal pelengkap, terdiri dari:

    1. Cadangan Revaluasi Aktiva Tetap

Yaitu cadangan dari selisih penilaian kembali aktiva yang telah mendapat persetujuan Direktorat Jendral Pajak.

    1. Cadangan Penghapusan Aktiva yang Diklasifikasikan

Yaitu cadangan dengan cara membebani laba rugi tahun berjalan, dengan maksud untuk menanggung risiko kerugian.

    1. Modal Kuasi

Yaitu modal yang didukung oleh instrumen yang memiliki sifat seperti modal.

    1. Pinjaman Subordinasi

Yaitu perjanjian yang harus memenuhi berbagai syarat.

Berikut ini beberapa fungsi modal bank, antara lain:

  1. Melindungi para kreditur

Para kreditur mengharapkan adanya kepastian kemampuan bank dalam membayar kembali simpanan kreditur sewaktu-waktu. Modal bank merupakan penyanggah pengembalian dana kreditur manakala bank kesulitan menarik kembali investasi jangka pendek.

  1. Menjamin kelangsungan operasional

Dengan modal sendiri bank memulai kegiatan operasi mereka termasuk membangun atau membeli kantor peralatan.

  1. Memenuhi Standar Modal Minimum

Presentase kebutuhan modal minimum yang diwajibkan menurut BIS disebut capital adequacy ratio (CAR), CAR minimum bagi bank umum adalah 8%. Perhitungan penyediaan modal minimum didasarkan kepada rasio atau perbandingan antara modal yang dimiliki bank dan jumlah aktiva yang tertimbang menurut risiko (ATMR) ,

Berikut ini langkah-langkah perhitungan penyediaan modal minimum bank adalah sebagai berikut:

    • ATMR = nilai nominal masing-masing aktiva yang bersangkutan x bobot risiko dari masing-masing pos aktiva neraca tersebut

    • ATMR administratif = nilai nominal administratif x bobot risiko

    • Total ATMR = ATMR aktiva neraca + ATMR aktiva administratif

    • CAR = Modal bank

Total ATMR

    • Hasil perhitungan rasio dibandingkan dengan kewajiban penyediaan modal minimum (8%). Dari perbandingan tersebut dapat diketahui apakah bank telah memenuhi ketentuan CAR atau tidak.

Modal Minimum yang harus dipertahankan bank akan selalu berpacu dengan rencana ekspansi usaha yang dilakukanya. Untuk mempertahankan dan memelihara jumlah modal yang memadai menurut ketentuan bank sentral dapat ditempuh dengan beberapa cara antara lain :

  1. Pengendalian ATMR

Jika jumlah modal inti dan modal pelengkap tidak dapat diperbesar maka langkah yang dapat ditempuh adalah dengan melakukan pengendalian jumlah ATMR. Pengendalian ATMR tidak hanya dalam bentuk pembatasan ekspansi kredit baru atau penambahan aktiva baru saja, tetapi dapat juga dengan melakukan penggeseran aktiva-aktiva yang bobot resikonya lebih tinggi dengan aktiva yang bobot resikonya lebih rendah.

  1. Menambah Setoran Modal

Penambahan modal yang disetor oleh para pemilik saham dapat memperbesar modal inti baik bagi bank yang belum go public maupun yang sudah.

Secara garis besar prosedur penjualan modal melalui pasar modal sebagai berikut:

  • Perumusan Kebijakan Permodalan

Yaitu proses pemilikan berbagai alternatif pengadaan/ penambahan modal yang perlu diputuskan antara Direksi, Dewan Komisaris, bahkan RUPS jika diperlukan.

  • Penyerahan letter of intent kepada Bapepam

Yaitu surat yang ditujukan kepada Bapepam yang berisikan suatu keinginan, pernyataan, penerbitan saham,(emisi efek) melalui pasar modal.

  • Penunjukan Lembaga Penunjang untuk Emisi Saham

Dilakukan setelah pihak Bapepam memberikan persetujuan. Lembaga Penunjang yang terlibat antara lain kantor akuntan piblik, konsultan hukum, notaries, perusahaan appraisai, penyaim emisi, dan investment advisor.

  • Persiapan Kelengkapan syarat-syarat administrative

  • Pendaftaran ke Bapepam

Yaitu pembuatan dan penyampaian surat pernyataan pendaftaran emisi saham kepada Menteri Keuangan.

  • Pembahasan dengan pihak Bapepam

Yaitu pembahasan berbagai aspek yang menyangkut bank

  • Dengar Pendapat Terbatas

Yaitu presentasi, dengar pendapat antara pihak emitten, berbagai lembaga penunjang, dan Bapepam antara laintentang performance usaha bank beberapa tahun terakhir dan prospek usaha yang akan datang.

  • Penawaran Saham melalui Primary Market

  1. Mempertinggi Agio Saham

  2. Plow Back Policy

Jumlah laba yang dihasilkan dapat ditanamkan kembali ke dalam bank yang bersangkutan dalam berbagai bentuk antara lain :

    • Laba yang ditahan, setelah diperhitungkan pajak dapat digunakan untuk memperlancar posisi modal inti dari bank yang bersangkutan.

    • Stok dividen yaitu pembagian dividen tidak dalam bentuk uang kas tetapi dalam bentuk saham. Bertujuan untuk menjaga agar modal sendiri dari bank tersebut yang berasal dari laba ditahan tidak mengalami penurunan.

    • Stock Spilts yaitu upaya pemecahan nilai saham lama ke dalam saham baru yang nilainya lebih kecil dengan tujuan agar saham bank yang bersangkutan

    • Pembentukan cadangan dana yang berasal dari penyisihan laba yang ditahan atau dari laba bersih setelah dikurangi pajak dan telah mendapar persetujuan RUPS.

  1. Penambahan modal pelengkap dapat diusahakan dari berbagai macam sumber, antara lain :

  • Revaluasi aktiva tetap, teruama aktiva bank yang berbentuk tanah, gedung dan aktiva tetap lainnya

  • Melalui pembentukan cadangan penghapusan aktiva produktif. Tuuannya untuk barjaga-jaga apabila jumlah aktiva produktif yang mempunyai resiko tidak akan tertagih kembali dapat ditutup dengan cadangan penghapusan aktiva produktif ini.

  • Penambahan modal pinjaman dari pihak ketiga

  • Pinjaman Subordinasi dari pihak ketiga

C. Akuisisi Bank

Akuisisi bank adalah pengambilalihan kepemilikan suatu bank yang mengakibatkan berakhirnya pengendalian terhadap bank. Akuisisi dapat dilakukan oleh perorangan atau badan hukum dengan cara mengambil alih seluruh atau sebagian saham yang berakibat beralihnya pengendalian bank kepada pihak yang mengakuisisi. Dengan adanya akuisisi bank diharapkan akan menunjang terciptanya sistem perbankan yang sehat dan efisien melalui masuknya investorn yang mempunyai modal kuat.

Akuisisi bank yang bersifat horisontal terjadi pada bank yang statusnya sama. Misalnya, bank umum A membeli lebih dari 50% saham bank umum B maka manajemen dan kebijaksanaan bank umum B ditentukan bank umum A. Sedangkan, akuisisi bank yang bersifat vertikal terjadi pada bank yang statusnya berbeda. Misalnya, bank umum X membeli lebih dari 50% saham bank perkreditan Y maka manajemen dan kebijaksanaan bank perkreditan Y ditentukan oleh bank umum X.

Tata cara akuisisi adalah sebagai berikut:

  1. Direksi yang akan menggabungkan diri dan menerima penggabungan menyusun usulan rencana akuisisi.

  2. Usulan tersebut harus disetujui oleh dewan komisaris dan memuat:

    • nama dan tempat keudukan bank yang akan melakukan akuisisi

    • alasan dilakukan akuisisi

    • tata cara konversi saham dari masing-masing bank yang melakukan akuisisi

    • rancangan perubahan anggaran dasar

    • neraca dan perhitungan laba rugi selama tiga tahun terakhir

    • cara penyelesaiaan status karyawan yang melakukan akuisisi

    • cara penyelesaian hak dan kewajiban bank terhadap pihak ketiga

    • kegiatan utama bank dan perubahan selama tahun buku yang sedang berjalan

    • nama anggota direksi dan komisaris

  3. Usulan tesebut diserahkan kepada Direksi BI dengan melampirkan akta perubahan dasar beserta akta akuisisi

  4. Persetujuan atau penolakan atas permohonan izin akuisisi diberikan BI dalam waktu paling lama 30 hari sejak permohonan diterima

  5. Jika dalam jangka waktu tersebut BI tidak memberikan tanggapan maka BI dianggap telah menyetujui permohonan akuisisi. Tetapi jika permohonan ditolak, BI akan memberitahukan penolakan beserta alasannya.

Older Posts »